Humas KKN Posko 12 - Upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan desa terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXVII IAIN Parepare Posko 12 bersama Pemerintah Desa Buttu Pamboang. Salah satunya melalui Pelatihan Keprotokolan dengan tema “Meningkatkan Kompetensi Keprotokolan Aparatur Desa untuk Mewujudkan Pelayanan Pemerintahan yang Profesional” yang berlangsung pada Sabtu hingga Senin, 8–10 Agustus 2026, di Perpustakaan Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja tambahan yang diusulkan Kepala Desa Buttu Pamboang, Bapak Drs. Usman, setelah melihat adanya kebutuhan terhadap kemampuan keprotokolan di lingkungan desa. Mahasiswa KKN Posko 12 kemudian mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan sebagai panitia sekaligus peserta.
Bapak Drs. Usman menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh aparat desa dalam pelatihan tersebut. Menurut beliau, kemampuan keprotokolan menjadi bekal penting bagi aparat sebagai bagian dari unsur pemerintahan sekaligus figur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Semua aparat desa perlu mengikuti kegiatan keprotokolan ini karena penting menjadi bekal ke depannya sebagai publik figur Desa Buttu Pamboang,” tegas Bapak Drs. Usman.
Pelatihan ini berangkat dari kebutuhan yang ditemukan dalam berbagai kegiatan di desa, khususnya ketika pelaksanaan acara masih mengalami keterbatasan petugas pembawa acara atau Master of Ceremony (MC). Selain itu, persoalan ketepatan waktu dalam kegiatan juga menjadi salah satu perhatian yang dibahas dalam pelatihan.
Kegiatan menghadirkan Bapak Kapten Purn. Wahijo, S.Pd.I., M.Pd., sebagai narasumber. Beliau merupakan purnawirawan TNI dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Palopo. Berbekal pengalaman yang dimiliki, Bapak Kapten Purn. Wahijo memberikan pemahaman mengenai keprotokolan sekaligus pentingnya sikap profesional dalam menjalankan sebuah kegiatan.
Dalam penyampaiannya, Bapak Kapten Purn. Wahijo turut menekankan pentingnya menghargai waktu. Menurut beliau, ketepatan waktu merupakan bagian dari sikap profesional yang perlu dibangun dalam setiap kegiatan, terlebih dalam lingkungan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Hari pertama diawali dengan pembukaan dan penyampaian materi mengenai dasar-dasar keprotokolan. Selanjutnya, sesi praktik dilaksanakan pada dua malam berikutnya dan dibagi menjadi dua sesi karena jumlah peserta yang cukup banyak. Melalui praktik tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan materi yang telah diperoleh secara langsung dalam berbagai situasi keprotokolan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari unsur aparat Desa Buttu Pamboang. Mahasiswa KKN Posko 12 IAIN Parepare turut terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan sebagai panitia sekaligus peserta, sehingga tercipta suasana belajar bersama antara mahasiswa dan aparatur desa.
Pada malam terakhir, kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan. Pemberian sertifikat menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi peserta sekaligus penanda bahwa seluruh rangkaian pelatihan telah selesai dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan dan praktiknya, Bapak Kapten Purn. Wahijo juga memberikan evaluasi terhadap kemampuan peserta. Menurut beliau, sebagian peserta telah menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam menerapkan materi yang diberikan, meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana materi pelatihan dapat dipahami sekaligus menjadi bahan pengembangan kemampuan peserta ke depannya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pelatihan keprotokolan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi membutuhkan latihan dan penerapan secara berkelanjutan. Keberadaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi aparatur Desa Buttu Pamboang untuk terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, membawa acara, mengelola kegiatan, serta membangun sikap disiplin dan profesional dalam menjalankan tugas.
Bagi mahasiswa KKN Posko 12 IAIN Parepare, pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menyediakan ruang praktik agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan dalam kegiatan desa.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Posko 12 berharap pengetahuan dan keterampilan keprotokolan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi aparatur Desa Buttu Pamboang dalam menjalankan berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan keberanian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta profesionalitas aparatur desa sehingga ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ta/Na/Fzs/Sra)
